05
Nov
09

Pegangan Raket Pada Tenis

Grip (Pegangan Raket)

Kebanyakan orang indonesia mengadopsi pegangan raket bulutangkis pada saat bermain tenis. Hal ini mungkin disebabkan lebih populer dan memasyarakatnya olahraga bulutangkis daripada olahraga tenis lapangan. Pegangan raket bulutangkis cenderung berada di tengah gagang, sedangkan tenis cenderung berada di ujung dari gagang raket. Contohnya bisa dilihat pada gambar berikut:

 

Perbedaan ini dapat dimengerti dari kinetik ayunan dalam memukul bola atau kok dalam bulutangkis. Tenis cenderung menggunakan ayunan tangan dan pergerakan badan serta putaran bahu untuk memukul bola, sehingga raket dapat dianggap sebagai perpanjangan tangan dan merupakan satu kesatuan dengan badan. Ketika pegangan raket berada di titik tengah, maka akan merusak kestabilan raket dan keutuhan ayunan lengan itu sendiri. Lain halnya dengan bulutangkis yang memiliki raket dengan berat yang lebih ringan dari tenis. Bulutangkis lebih banyak menggunakan gerakan pergelangan tangan daripada keseluruhan lengan hinga bahu itu sendiri, sehingga pegangan di tengah gagang justru lebih memperkuat cengkeraman.

Berikut akan dijelaskan posisi pegangan tangan di gagang tenis ditinjau dari posisi pegangan raket.

Umumnya gagang raket tenis berbentuk oktagonal. Kedelapan sisi tersebut dibagi menjadi sisi atas, bawah, kiri, kanan dan sudut 1, 2, 3, dan 4 (searah jarum jam) seperti yang diilustrasikan pada gambar di samping. Yang dipakai menjadi patokan dari setiap tipe grip adalah posisi dari pangkal ujung jari telunjuk kita.

Selanjutnya kita tinjau beberapa grip atau pegangan raket dalam permainan tenis.

1. Forehand Continental grip

Grip ini merupakan grip klasik yang selalu digunakan oleh pemain-pemain tenis jaman dahulu ketika raket kayu masih digunakan. Posisi tangan berada tepat di atas gagang raket dan posisi pangkal telunjuk berada di sudut 1 (untuk pemain tangan kanan) atau sudut 4 (untuk pemain kidal).

Pemain pro modern yang tercatat masih menggunakan tipe ini adalah Stefan Edberg dan sebelumnya adalah John McEnroe. Grip ini sangat baik digunakan di permukaan lapangan yang cepat, seperti rumput, dan digunakan oleh pemain dengan tipe permainan ‘Service Volley’. Saat ini tidak banyak yang menggunakan tipe continental sebagai pegangan forehand utamanya karena tempo permainan yang semakin cepat dengan bola yang semakin berputar (spin). Minus grip ini adalah hanya bisa dipakai untuk pukulan mendatar (flat) dan mengiris (slice), sedangkan untuk pukulan spin agak sulit. Pemain yang memakai grip ini juga seringkali kesulitan menghadapi bola-bola top spin yang bersifat agak melambung parabolik. Akan tetapi, grip continental merupakan grip standar untuk melakukan service dan juga untuk pukulan volley serta overhead karena tangan mantap mencengkeram gagang raket.

2. Forehand Eastern grip

Eastern merupakan grip yang paling mudah diaplikasikan petenis pemula. Grip ini seringkali disebut sebagai ‘pegangan berjabat tangan’. Anda dapat mencobanya dengan memulai pegangan dari leher raket, seperti menjabat tangan, lalu turun ke ujung gagang raket. Posisi dari pangkal telunjuk cenderung berada pada sisi kanan (untuk pemain tangan kanan) atau sisi kiri (untuk pemain kidal).

Pegangan jenis ini dapat memberikan variasi pukulan yang lengkap, baik itu flat, slice, maupun spin. Pilihan grip ini cocok sekali bagi pemain yang sering mengandalkan permainan volley ke depan net karena anda dapat dengan mudah dan cepat menyesuaikan grip untuk pukulan volley ke depan net. Namun minus pegangan ini sekali lagi agak susah untuk menghadapi bola-bola topspin yang bersifat parabolik.

Salah satu pemain pro yang merajai tenis di tahun 90′an, yaitu Pete Sampras, memakai grip ini sebagai pilihannya karena dia merupakan tipikal pemain Service Volley yang sangat nyaman memakai grip ini.

3. Forehand Semi-Western grip

Grip jenis ini adalah grip yang paling banyak dipakai oleh pemain tenis modern, terutama yang memiliki tipe permainan baseliner .Anda dapat mencoba grip ini dengan menempatkan pangkal jari telunjuk anda di sudut 2 (untuk pemain tangan kanan) atau 3 (untuk pemain kidal). Atau bisa juga berawal dari grip eastern kemudian tangan anda diputar searah jarum jam satu sudut ke sudut 2 atau 3.

Keunggulan dari grip ini adalah anda dapat memukul spin dengan baik sehingga kemungkinan bola untuk melewati net lebih besar karena sifatnya yang parabolik. Grip ini juga dapat dipakai untuk memukul flat tetapi tidak direkomendasikan untuk memukul slice. Minus dari grip ini adalah sulit untuk mengantisipasi bola-bola rendah yang dihasilkan dari pukulan flat atau slice terutama di lapangan cepat (grass atau hard court).

Beberapa contoh pemain pro yang menggunakan grip ini adalah : Andre Agassi, Roger Federer, Marat Safin.

4. Forehand Western grip

Grip jenis ini merupakan grip yang ekstrim digunakan terutama untuk memproduksi pukulan topspin. Pemain spesialis lapangan tanah liat (clay) umumnya menggunakan grip jenis ini, juga banyak pemain modern saat ini.

Caranya adalah anda menempatkan posisi pangkal telunjuk pada sisi bawah dar gagang raket. Atau anda dapat memulai dari posisi semi-western kemudian bergeser satu sudut ke sisi bawah gagang raket.

Grip ini sangat baik digunakan bagi pemain yang ingin memukul bola dengan top spin yang ekstrim. Arah bola dari hasil pukulan ini dapat melambung di atas net dan turun menurut garis parabolik yang ekstrim. Grip ini juga sangat nyaman digunakan untuk mengantisipasi bola-bola tinggi yang biasanya terjadi di lapangan tanah liat. Akan tetapi, minus dari grip jenis ini adalah tidak bisa dipakai untuk melakukan pukulan flat serta slice dan juga sangat sulit untuk mengantisipasi bola-bola slice yang jatuh rendah di lapangan cepat seperti rumput (grass) atau semen (hard court).

Pemain pro yang mengadopsi jenis grip ini umumnya merupakan pemain spesialis tanah liat seperti Rafael Nadal, Carlos Moya atau sebelumnya adalah Sergi Bruguera.

BACKHAND GRIP

Backhand Eastern Grip

Grip ini adalah yang paling umum digunakan bagi pemain tenis dengan pukulan backhand menggunakan satu tangan. Anda dapat memukul dengan spin maupun flat dengan baik. Namun grip ini kurang baik untuk memukul slice. Grip ini juga digunakan untuk memukul service dengan kick serve dan anda dapat dengan mudah mengubah ke continental untuk pukulan volley ke depan net.

Posisi untuk memegang raket menggunakan grip ini adalah dengan menempatkan ujung pangkal telunjuk di posisi atas gagang raket.

Pemain pro terkenal yang diketahui memakai grip ini untuk pukulan backhand nya adalah Roger Federer.

Backhand Full-Eastern (Extreme Eastern) atau Western Grip

Grip jenis ini merupakan variasi dari jenis eastern backhand. Banyak pemain spesialis tanah liat yang menggunakan grip ini karena kemudahannya untuk memukul dengan top spin. Akan tetapi seperti grip western forehand, pemain yang memakai grip ini akan sulit untuk menghadapi bola-bola rendah dan juga, karena dapat dikatakan merupakan grip yang ekstrim, pemain akan sulit untuk maju ke depan net dan mengubahnya dengan cepat ke grip konvensional untuk volley.

Anda dapat mencobanya dengan memposisikan pangkal telunjuk anda di posisi   sudut 4 (pemain tangan kanan) atau sudut 1 (pemain kidal).

Pemain pro yang menggunakan grip jenis ini diantaranya adalah : Thomas Muster, Gustavo Kuerten dan Justine Henin.

Backhand Two Handed (Dua Tangan)

Pegangan backhand dengan menggunakan two handed (dua tangan) merupakan grip yang paling banyak dipakai oleh petenis modern saat ini. Pegangan jenis ini pertamakali diperkenalkan di pertandingan modern oleh Bjorn Borg pada era 70-an, kemudian diteruskan oleh Mats Wilander pada era-80an.

Anda dapat mencobanya dengan menempatkan tangan anda yang dominan di ujung gagang raket dengan grip kontinental. Posisi tangan anda yang tidak dominan ditempatkan di atas tangan anda yang dominan dengan jenis pegangan semi-western.

Dengan memakai grip ini, pemain memiliki tenaga ekstra untuk memukul bola ayunan yang lebih kompak dan efisien. Anda dapat dengan baik mengatasi bola-bola rendah dan pengembalian service pun lebih mudah karena ayunannya yang efisien. Akan tetapi pemain dengan grip jenis ini seringkali kesulitan dalam mengatasi bola yang melebar karena tumpuan ayunannya adalah mengunakan kedua bahu.Beberapa contoh pemain pro yang terkenal menggunakan dua tangan sebagai pukulan backhand-nya umumnya merupakan tipe pemain baseline, diantaranya adalah : Andre Agassi, Rafael Nadal dan Maria Sharapova.


0 Responses to “Pegangan Raket Pada Tenis”



  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


Masukkan alamat surel Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui surel.

Bergabunglah dengan 4 pengikut lainnya

November 2009
S S R K J S M
« Okt   Des »
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
30  

Top Rated

Blog Stats

  • 109,215 hits

%d blogger menyukai ini: